Sepeda Digasak Maling di Kediri

Berita Kediri

Sepeda Digasak Maling di Kediri. Apes menimpa NY (16). Pelajar asal Dusun Ngemplak Desa Ngudirejo Kecamatan Diwek  ini harus menderita kerugian sekitar Rp1,4 juta, Berita Kediri setelah sepeda kayuhnya merek Polygon, hilang digasak maling saat dibawa berkunjung ke rumah neneknya di dusun setempat, Senin (3/8). Kasus pencurian ini langsung dlaporkan ke Polres Berita Kediri Jombang hari itu juga. “Laporan pencurian sepeda sudah kami terima dan dalam penyelidikan polisi. Korban mengaku  saat itu sepeda miliknya diparkir di halaman rumah neneknya,” ujar Kasubbag Humas Polres Jombang, AKP Gatot Mustofa, dikonfirmasi Selasa (4/8). Informasi dari polisi, peristiwa pencurian sepeda bermula Berita Kediri saat korban berkunjunga ke  rumah neneknya yang tidak jauh dari rumah korban. Begitu sampai, korban memarkir sepeda miliknya di halaman rumah.

Setelah itu korban masuk ke dalam rumah. Selang sekitar satu jam kemudian, korban bermaksud Berita Kediri pulang. Namun alangkah kagetnya ketika menuju ke halaman rumah,  sepeda miliknya sudah hilang. Korban berusaha  mencari sepeda miliknya dengan bertanya ke tetangga Berita Kediri sekitar. Namun usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil, lantaran tidak ada satu pun yang melihat dimana keberadaan sepeda tersebut. Sunhaji menegaskan, aksi damai tersebut akan Berita Kediri dilaksanakan di sejumlah titik. Seperti Gedung DPRD, sejumlah jalan protokol, KPU, Pemkab Pacitan, serta sejumlah lokasi lainnya. Namun  mantan legislator dua periode‎ itu masih enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait rencananya menyegel kantor-kator parpol. “Masih akan kita bicarakan kalau yang itu (menyegel kantor parpol, Red),” ungkapnya.

 

Putus asa, korban akhirnya melaporkan apa yang Berita Kediri dialaminya ke orang tuanya. Mendapat laporan itu, orang tua korban memutuskan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. “Pelaku memanfaatkan situasi yang sepi. Akibat peristiwa ini, korban Berita Kediri merugi sekitar Rp 1,4 juta,” pungkas AKP Gatot. Recana aksi massa dimungkinkan juga akan diikuti elemen pegiat LSM. Sutikno, salah seorang aktivis NGO di Pacitan, melalui pesan singkatnya ke sejumlah wartawan mengatakan, kegagalan prosesi pilkada di Pacitan lebih dimaknainya sebagai akibat dari kepicikan aktor-aktor politik. Mereka dinilai sebagai pembunuh demokrasi dan penindas hak-hak rakyat. “Mereka layak mendapatkan balasan yang setimpal,” ujarnya.