Segala yang Perlu Ibu Tau Tentang Cacingan pada Anak

Bahkan sejak anda sebagai seorang ibu masih kecil, masih anak-anak, anda sendiri sudah diingatkan oleh orang tua anda akan kebersihan dan diwanti-wanti agar tidak terinfeksi cacing. Namun mengapa sampai sekarang penyakit cacingan pada anak masih saja ada? Selama masih ada tempat yang memungkinkan untuk cacing berkembang biak, selama itu pula lah penyakit cacingan akan ada.

Bagaimana Cacingan pada Anak Bisa Terjadi?

bagaimana cara mengobati cacingan pada anak

Cacingan diakibatkan oleh pola hidup yang kurang memerhatikan kebersihan, sehingga cacing ataupun telurnya (yang kemudian bisa menetas) masuk ke dalam tubuh. Cacing masuk tidak hanya melalui saluran pencernaan saja bersama makanan atau minuman, tapi juga bisa menembus pori-pori kulit manusia. Memakan makanan atau meminum air yang tidak dimasak hingga matang mengakibatkan tidak terbunuhnya cacing dan telurnya, sehingga cacing masuk ke dalam tubuh.

Bermain di tanah yang merupakan habitat cacing terutama di area yang lembab dengan tidak memakai sandal, memegang tanah maupun rumput, tanpa mencuci tangan dan kaki/mandi tanpa menggunakan sabun yang ampuh membunuh segala macam sumber penyakit seperti Lifebuoy setelahnya, dapat menyebabkan telur-telur cacing yang tidak kasat mata masih tertinggal di tubuh anak.

Kebiasaan anak di sekolah untuk berbagi toilet dengan teman-temannya yang kemungkinan menderita cacingan juga dapat meningkatkan resiko cacing tersebut menjangkiti anak anda ketika anak menggunakan toilet. Selain itu jika anak sudah positif menderita cacingan, jika anak menggaruk-garuk area anus yang gatal dan mengeluarkan telur-telur cacing, telur tersebut bisa menjangkiti anak lagi jika anak tidak diproteksi.

Apa Ciri-Ciri dan Akibatnya Jika Anak Cacingan?

Jika anda mendapati anak anda mual dan tidak nafsu makan dalam jangka waktu yang lama, diikuti dengan menurunnya berat badan anak meskipun sudah diberi makanan yang banyak dan bergizi, kemungkinan anak anda menderita cacingan. Cacing jenis apa saja biasanya hidup parasit di usus anak dan menghisap seluruh nutrisi yang seharusnya bisa digunakan tubuh untuk bertumbuh kembang.

Pada cacing kremi, rasa gatal yang tidak wajar akan timbul pada area mata dan anus anak karena cacing bertelur pada daerah ini. Rasa gatal yang ditimbulkan bisa menyebabkan iritasi. Cacing jenis tambang dapat menghisap darah yang mengakibatkan anak menderita anemia (kekurangan darah). Berikutnya anak akan tampak pucat, merasa lesu, lemah, tidak berenergi untuk melaksanakan aktivitasnya.

Bagaimana Mengobati Cacingan Pada Anak

Jika sudah terinfeksi cacing, anda dapat memilih untuk mengobatinya dengan memberikan obat dari dokter (yang dapat juga dibeli di apotek) ataupun secara alami. Obat dengan kandungan Albendazole dapat membunuh cacing pita secara ampuh, sedangkan obat dengan zat Levamisole bekerja bagus untuk membasmi cacing tambang. Pyrantel dapat diminumkan pada anak untuk membasmi cacing kremi, sedangkan obat dengan kandungan Mebendazole dapat membasmi segala jenis cacing hingga cacing cambuk. Jika anda memilih untuk membeli obat di apotek, pastikan anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter karena ada sebagian orang yang alergi terhadap kandungan zat di atas, dan tidak boleh diminum oleh ibu hamil, ibu menyusui, atau anak berusia kurang dari dua tahun.

Bagaimana Agar Tidak Terjangkiti Cacingan Lagi?

Langkah ini tentu dapat anda lakukan juga sebagai pencegahan sebelum cacingan sama sekali menyerang anak anda. Edukasikan anak anda bila mereka sudah mengerti, tentang bahaya cacing agar mereka lebih sadar untuk menjaga kebersihan sejak dini. Disiplinkan anak untuk selalu mencuci tangan sebelum makan dan minum, mencuci kaki dan mandi menggunakan Lifebuoy setelah main kotor. Masaklah makanan dan minuman untuk anak anda hingga matang dan jangan lupa menjaga kebersihan lingkungan rumah serta perabotannya.